Mahasiswa ST3 Telkom Kembangkan Alat Pendingin Perangkat Telekomunikasi Sumber Arus DC

Purwokerto – Kondisi perangkat telekomunikasi di dalam shelter sangat perlu diperhatikan agar tetap berada pada kondisi terbaik. Permasalahan yang ada selama ini yang terjadi biasanya panas dan tegangan yang sifatnya naik turun sehingga menyebabkan kerusakan pada perangkat telekomunikasi sehingga berakibat terganggunya komunikasi antara penerima (receiver) dan pengirim (transmiter).

Sehingga untuk mengatasi terjadinya gangguan dan bahkan kerusakan menjadi parah maka dibuatlah perangkat untuk dapat tetap menjaga suhu sesuai dengan cara kerja dan fungsi dari perangkat telekomunikasi tersebut.

Alat Pendingin Perangkat Telekomunikasi Sumber Arus DC  ini dikembangkan oleh Intan Erlita Dewanti, Mahasiswi Diploma III Teknik Telekomunikasi Sekolah Tinggi Teknologi Telematika (ST3) Telkom Purwokerto baru-baru ini.

pendingin shelter

“Di Indonesia alat seperti ini sudah diaplikasikan di peralatan elektonik, namun baru dimodifikasi agar lebih praktis untuk perangkat telekomunikasi sehingga bukan hanya mempermudah pekerjaan manusia namun juga menghemat pengeluaran, serta menjadi suatu sarana merawat perangkat telekomunikasi.” ujar Intan.

“Semoga dengan adanya alat ini dapat membantu perusahaan telekomunikasi agar perangkat telekomunikasi tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” harap Intan.

Cara Kerja

Alat pendingin perangkat telekomunikasi berada dibawah shelter BTS dengan sumber listrik arus searah (dc) dan bekerja secara otomatis dengan menggunakan arduino uno. Dengan memanfaatkan prinsip kerja sebuah elemen peltier yang memiliki sisi menyerap kalor dan melepas kalor dan dapat dicatu dengan sumber arus searah (dc). Suhu normal dari perangkat telekomunikasi berkisar antara 22oC sampai 26oC. Apabila suhu perngkat melebihi suhu normal maka alat ini akan aktif (on) dan bila suhu perangkat telekomunikasi sudah kembali dalam keadaan normal maka alat ini akan mati (off) secara otomatis. Suhu dari perangkat telekomunikasi juga dapat dipantau menggunakan smartphone dengan media bluetooth.

“Tentunya hal ini diharapkan menjadi angin segar bagi perusahaan-perusahaan bidang telekomunisi. Dan semoga alat ini bisa terus dikembangkan serta dapat dipatenkan.” ujar Risa F Christianti, M.T., Kabag Laboratorium ST3 Telkom.

  1. Pingback: deca 250

  2. Pingback: lawyer

  3. Pingback: removals dublin to UK

  4. Pingback: Bingo

  5. Pingback: APKBucket

  6. Pingback: android apps

  7. Pingback: Skrota bilen Göteborg

  8. Pingback: brook stagles

  9. Pingback: top to bottom home improvement company LLC

  10. Pingback: bad credit home loans

  11. Pingback: Thetvnetwork.net

  12. Pingback: tivibu

  13. Pingback: mark curry sol

  14. Pingback: private tour

  15. Pingback: hernia mesh lawsuit

  16. Pingback: business directory Germany

  17. Pingback: http://worldhealthone.com

  18. Pingback: motu patlu game

  19. Pingback: happyluke thailand

  20. Pingback: play subway surfers

  21. Pingback: why not try here

  22. Pingback: econs tuition

  23. Pingback: ICQ Chat