Mahasiswa Rancang Mikropengendali Aquaspace

Aquaspace

Perkembangan teknologi pada akhir akhir ini sangat memudahkan para penggunanya dengan memanfaatkan ilmu yang terus maju. Begitu pula penemuan-penemuan baru terus bermunculan salah satunya yaitu metode bercocok tanam dalam air dengan penataannya sehingga menjadi suatu pemandangan yang indah apalagi bila digabungkan dengan faunanya. Metode tanam ini padca awalnya dikenalkan di Jepang oleh Takashi Amano pada tahun 1990 dengan nama Aquaspace.

Para hobbies menggunakan teknik dan gaya aquaspace untuk menghasilkan pemandangan alam yang indah dengan bentuk miniatur menggunakan tanaman yang unik, batu yang dipilih dengan cermat dan kayu apung yang dijadikan perpaduan, sehingga bukan sekedar menjadi sebuah taman yang berwarna warni tetapi menjadi ekosistem air yang hidup dan dapat dinikmati secara langsung, didalam sebuah ekosistem buatan ini tentu diperlukan bantuan dari manusia dalam pemeliharaannya seperti pemberian tambahan makanan untuk tanaman dan faunanya serta pemberian pupuk dan penambahan cahaya untuk menggantikan cahaya matahari langsung.

arduino-aquaspace

Untuk membatu permasalahan pengelolaan yang sifatnya masih manual dan untuk mempermudah dalam pengelolaan aquaspace, maka kemudian diciptakan teknologi dengan menggunakan alat otomatis yaitu dengan Aplikasi alat pengendali nyala lampu dan pengaturan pupuk pada aquaspace berbasis mikropengendali dengan report short message service oleh Yanuaryaz Achmad Nur Widaputra mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi Sekolah Tinggi Teknologi Telematika (ST3) Telkom Purwokerto.

“Banyaknya hobbies yang menyukai keindahan arsitektur, kerapian, tata ruang serta harga sehingga sering mengikuti adu lomba atau kontes dan pameran seni aquaspace, dan dengan dikembangkannya alat ini semoga dapat menjadi peluang bagi siapapun yang ingin mengembangkan usahanya,” ujar Yanuar.

Sederhana

Alat ini menggunakan sebuah real time clock yang digunakan sebagai waktu acuan yang data waktunya dimasukkan ke arduino, keluaran dari sistem ini berupa report sms ke pemilik aquaspace. Selain report sms, selenoid dan relay digunakan juga sebagai keluaran dari sistem ini, katub selenoid digunakan sebagai katub pembuka dan penutup untuk mengeluarkan pupuk cair sedangkan relay digunakan sebagai pengatur nyala lampu. Metode yang digunakan dalam pembuatan alat ini ialah metode perancangan alat yaitu dengan secara langsung melakukan perancangan baik perancangan hardware maupun perancangan software

Staff Sistem Informasi ST3 Telkom Purwokerto